Arus Global dan Kepanikan Massa

ulasan moral panik

Judul buku: Moral Panics
Penulis: Kenneth Thomphson
Penerbit: Routledge, New York, 1994
Tebal hal: 157 h

Kita sedang hidup dan tinggal di dunia yang mengalami perubahan-perubahan serba cepat. Perubahan­ perubahan ini mengakibatkan terjadinya kepanikan moral, di satu sisi karena ketidaksiapan menerima dan melihat transformasi fenomena baru yang terjadi di sekitar kehidupan kita, serta di sisi lain makin banyaknya “mata nilai” yang  berseliweran mengancam tradisi nilai dan moral lama.

 Globalisasi sering diterjemahkan dengan perkembangan teknologi dan mesin (technocratic). Efek yang timbul dari perkembangan mesin ini, terutama sejak munculnya tradisi kapitalisme yang bersandar pada mesin cetak (print capitalism), terbangunnya kesadaran dunia yang serba citra (image) Kebenaran adalah yang virtual, sesuatu yang dilihatnya dan bukan apa yang dipikirkannya. Salah satu bahaya yang timbul dari efisiensi mesin ini, menurut Jacques Ellul, bermutasinya efisiensi moral (mores tempora) yang berakhir dalam pemujaan dinamika kekinian.

Kenneth Thompson menyatakan dalam bukunya, Moral Panics tentang hal tersebut berbagai sesuatu yang mempercepat pembusukan moral, atau histeria moral. Thompson menyitir bahwa media massa seperti televisi, surat kabar, radio dan internet memang berefek pada terjangkaunya akses dan pengetahuan orang terhadap berbagai macam berita yang terjadi di belahan dunia lain, di tempat-tempat yang sangat jauh. Tapi hal itu juga membawa pengaruh waktu dan budaya yang dilihatnya dalam implikasi perilaku pribadi. Masyarakat di Afrika Tengah dapat dengan mudah menirukan tarian Michael Jackson, tanpa ada pemikiran bahwa tarian tersebut tidak memiliki akar dalam tradisinya. Anak-anak muda mulai merancang pemberontakan kebudayaan. Chaos terjadi dimana-mana. Seperti pepatah Yunani kuno, carpe diems, “rebutlah hari ini”, histeria moral yang muncul di kalangan anak muda dianggap sebagai hal yang ideal dalam kesadaran mereka hari ini. Peduli amat dengan nasib sejarah ke depan?!

Thompson mengatakan kepanikan moral bukan hal yang baru dalam sejarah peradaban manusia. Tapi yang mencirikannya sekarang, kepanikan moral berada dalam optimasi global dan epidemik arus cepat. Hal ini dimungkinkan karena berkembang pesatnya teknologi informasi dalam berbagai macam bentuk. Sebelum era globalisasi kepanikan moral terjadi dalam masyarakat tetapi dampaknya tidak terlalu luas karena keterbatasan media. Sumber kepanikan moral bermacam-macam, mulai dari berbagai jenis penyakit, tindakan-tindakan kriminal, perilaku seksual, penyimpangan-penyimpangan tingkah laku dan pemberontakan-pemberontakan individu dan kelompok generasi muda terhadap sistem yang sudah mapan dalam suatu masyarakat.

Thompson mencoba membahas sejarah, makna (fungsional), dan konsep moral panic dari sejak zaman klasik hingga era kita sekarang ini (abad 21). Kepanikan moral ditaksonomi seperti keganjilan tingkah laku generasi muda, perilaku seksual, HIV-AIDS, keluarga, anak-anak. Tak urung pula tindak kekerasan dan komodifikasi erotis di layar televisi keluarga. []

*Ulasan ini pertama kali terbit di Buletin Nadheer versi cetak, edisi Mei 2002.